Kamis, 18 September 2014

0 Comments

NILAI WAKTU UANG

Nilai Waktu Uang


Konsep nilai waktu uang pada dasarnya mengungkapkan bahwa uang yang anda terima sekarang berbeda nilainya bila dibandingkan dengan uang yang anda terima satu bulan dari sekarang.
         

Nilai yang akan datang

Fature value yaitu nilai uang yang akan diterima dimasa yang akan datang dari sejumlah modal yang ditanamnkan sekarang dengan tingkat discount rate (bunga) tertentu.
Nilai waktu yang akan datang dapat dirumuskan sebagai berikut :
Keterangan :
                     FV = Fature Value
                     Mo = Modal awal
                      i     = Bunga per tahun
                      n    = Jangka waktu dana di bungakan

 Nilai Sekarang

Present Value adalah nilai sejumlah uang yang saat ini dapat dibungakan untuk memperoleh jumlah yang lebih besar di masa mendatang. Nilai saat ini dari jumlah uang di masa datang atau serangkai pembayaran yang dinilai pada tingkat bunga yang di tentukan :
Pv = FV/(1+i)n
Keterangan :
Pv = Present Value
Fv = Future Value
i = Interest/suku bunga
n = Jangka waktu dana dibungakan

Nilai Masa Datang dan Nilai Sekarang

Faktor bunga nilai sekarang PVIF (r,n), yaitu persamaan untuk diskonto dalam mencari nilai sekarang merupakan kebalikan dari faktor bunga nilai masa depan FVIF (r,n) untuk kombinasi r dan n yang sama.
FV = Ko (1=r) ^n
Keterangan :
FV Fature Value
Ko = Arus kas awal
R = Rate/ tingkat bunga
^n = Tahun ke-n (pangkat)


Annuitas

Annuitas adalah suatu rangkaian penerima atau pembayaran tetap yang dilakukan secara berkala pada jangka waktu tertentu. Selain itu annuitas juga diartikan sebagai kontrak dimana perusahaan asuransi memberikan pembayaran secara berkala sebagai imbalan premi yang telah anda bayar. Contohnya adalah bunga yang diterima dari obligasi atau deviden tunai dari suatu saham preferen

Ada dua jenis annuitas :
a. Annuitas biasa (ordinary) adalah annuitas yang pembayaran atau penerimaannya terjadi pada akhir periode.
b. Annuitas jatuh tempo (due) adalah annuitas yang pembayaran atau penerimaannya dilakukan di awal periode.

Nilai Sekarang Annuitas (Present Value Annuity)

Nilai sekarang annitas adalah nilai hari ini dari pembayaran sejumlah dana tertentu yang dilakukan secara teratur selama waktu yang telah ditentukan. Dengan kata lain, jumlah yang anda harus tabung dengan tingkat bunga tertentu untuk mendapatkan sejumlah dana tertentu secara teratur dalam jangka waktu tertentu.

a. Annuitas Abadi

Annuitas abadi adlah serangkaian pembayaran yang sama jumlah dan diharapkan akan berlangsung terus menerus.
PV (Annuitas Abadi) = Pembayaran = PMT
Tingkat suku bunga i
Obligasi terusan adalah sebuah obligasi terbitan pemerintah inggris untuk mengkondisikan utang-utang masa lalu, dengan kata lain consol adlah obligasi terusan.

b. Pinjaman dan Diamortisasi


Salah satu penerapan penting dari bunga majemuk adalah pinjaman yang dibayarkan secara dicicil selama waktu tertentu. Termasuk didalamnya dalah kredit mobil, kredit kepemilikan rumah, kredit pendidikan, dan pinjaman-pinjaman bisnis lainnya selain pinjaman jangka waktu sangat pendek dan obligasi jangka panjang. Jika suatu pinjamanakan dibayarkan dalam periode yang sma panjangnya (bulanan, kuartalan, atau tahunan), maka pinjaman ini disebut juga sebagai pinjaman yang diamortisasi (amortizen loan)

Minggu, 14 September 2014

0 Comments

INDIKATOR PERAN MANAJER KEUANGAN (LIKUIDITAS, SOLVABILITAS, RENTABILITAS)

Dalam Manajemen keuangan terdapat titik dimana seorang Manajer keuangan berperan. Ada indikator untuk manajer keuangan mengambil keputusan yaitu Likuiditas, Solfabilitas, Rentabilitas. nantinya ketiga komponen tersebut akan digunakan untuk manajer keuangan untuk mengambil keputusan demi menjaga stabilitas keuangan perusahaan.
Misalnya toko “Y” memiliki neraca sebagai berikut:

NERACA
AKTIVA
Kas
Piutang
Persediaan
Total aktiva lancar

Tanah
Bangunan
Etalase
Total aktiva tetap

Total aktiva

100.000.000
175.000.000
225.000.000
500.000.000

150.000.000
200.000.000
75.000.000
425.000.000

925.000.000
PASIVA
Hutang lancar
Hutang jangka panjang

Modal Sendiri






Total pasiva

100.000.000
325.000.000

500.000.000






925.000.000

LIKUIDITAS
Likuiditas yaitu indikator kemampuan perusahaan untuk membayar hutang lancar. Dalam likuiditas dapat diketahui menggunakan 2 metode:
1. Current Ratio, adalah perbandingan antara Aktiva Lancar dengan Hutang Lancar.
CR = (Aktiva Lancar : Hutang Lancar) x 100%
Dalam kasus toko “Y” misalnya:
CR= (500.000.000:100.000.000) x 100% = 500%
AL : HL
500.000.000 : 100.000.000
5 : 1
Artinya setiap 1 rupiah hutang lancar yang dimiliki oleh toko “Y” dijamin oleh 5 rupiah Aktiva Lancar.


NB: CR ideal suatu perusahaan manufaktur adalah 200%, kecuali perusahaan jasa keuangan lebih dari 200%

Namun Menurut Tn.Y Current Ratio perusahaan Y terlalu tinggi (Over Liquid), karena yang di inginkan oleh Tn. Y adalah CR maksimal 300%.
Maka simulasi cara yang dilakukakukan seorang manajer keuangan ialah:

1.Jika dikehendaki untuk menambah aktiva lancar dan hutang lancar maka penghitungannya:

Rp. 500.000.000 - x = 3
Rp. 100.000.000 - x    1

Rp. 300.000.000 – 3x = Rp. 500.000.000 + x
3x - x = Rp. 500.000.000 – Rp. 300.000.000
2x = Rp. 200.000.000
x = Rp. 100.000.000

Maka jumlah aktiva lancar yang harus ditambah untuk memenuhi CR maksimal 300% adalah Rp. 100.000.000. Dari jumlah tersebut dapat dialokasikan pada aset-aset lancar.

2. Karena karena toko membutuhkan dana untuk menambah persediaan, maka perusahaan berencana untuk menambah hutang lancar sebesar Rp.100.000.000. menjadikan akun hutang lancar bertambah menjadi Rp. 200.000.000.

3. Uang yang diperoleh dari hutang lancar dialokasikan untuk menambah barang persediaan sebesar Rp. 75.000.000 sehingga menjadi Rp. 300.000.000 dan sisanya dimasukkan dalam akun kas sebesar Rp. 25.000.000 sehingga menjadi Rp. 125.000.000.

4. Neraca Perubahannya sebagai berikut.


AKTIVA
Kas
Piutang
Persediaan
Total aktiva lancar

Tanah
Bangunan
Etalase
Total aktiva tetap

Total aktiva

120.000.000
175.000.000
300.000.000
600.000.000

150.000.000
200.000.000
75.000.000
425.000.000

1.025.000.000
PASIVA
Hutang lancar
Hutang jangka panjang

Modal Sendiri






Total pasiva

200.000.000
325.000.000

500.000.000






1.025.000.000

CR BARU = CR= (600.000.000:200.000.000) x 100% = 300%
AL : HL
600.000.000 : 200.000.000
3 : 1
2. Quick Ratio, adalah perbandingan Aktiva Lancar dikurangi Persediaan dengan Hutang Lancar. Rumusnya:

QR = ((Aktiva Lancar – Persediaan) : Hutang Lancar) x 100%

Penghitungan dengan menggunakan metode Quick Ratio lebih sering digunakan daripada metode Current Ratio karena lebih mudah menggambarkan likuiditas suatu perusahaan.

SOLVABILITAS
Solvabilitas adalah indikator perusahaan membayar hutang jika perusan itu di likuidasi. Nilai liquidasi perusahaan dalam konteks solvabilitas disebut “EXCESS VALUE”.

Solvabilitas = (Total Aktiva : Total Hutang) x 100%
Penerapan dalam kasus Toko “Y”
Solvabilitas = (Rp. 925.000.000 : Rp. 425.000.000) x 100% = 217%

Artinya setiap Rp. 1 Hutang telah dijamin Rp. 2,17 Aset yang dimiliki Toko “Y” atau setiap hutang lancar, perusahaan telah menjamin 2,17 kali lipat. Perusahaan yang rasio solvabilitasnya di atas 100% disebut perusahaan yang solvabel.

Excess Value = Total Aktiva – Total Hutang
                        = Rp. 925.000.000 – Rp. 425.000.000
                        = Rp. 500.000.000 (nilai perusahaan)

Apabila perusahaan menghendaki Solvabilias  minimal 250%, maka dapat dilakukan simulasi sebagai berikut.

*Untuk menambah Solvabilitas dapat dilakukan hanya dengan menambah akun modal sendiri

1. Untuk mengetahui besarnya modal yang akan ditambahkan, maka penghitungannya:
Rp. 925.000.000 + x  = 2,5
Rp. 425.000.000             1

2,5(Rp. 425.000.000)= Rp. 925.000.000 + x
Rp. 1.062.500.000    = Rp. 925.000.000 + x
X = Rp. 1.062.500.000 – Rp. 925.000.000
X = Rp. 137.500.000
Maka aktiva yang dapat ditambah untuk memenuhi solvabilitas 250% adalah Rp. 137.500.000. sehingga modal sendiri bertambah menjadi Rp. 637.500.000

2.Setelah diketahui besarnya modal yang perlu ditambahkan, maka dana dialokasikan pada akun – akun aktiva. Toko “Y” menggunakan dana tersebut  untuk menambah persediaan sebesar Rp. 50.000.000 sehingga menjadi Rp. 275.000.000, dan Rp. 50.000.000 dialokasikan untuk mengisi kas.

4.Sisanya menggunakannya untuk menambah dan memperbaiki bangunan Rp. 37.500.000 menjadi Rp. 237.500.000

Maka Neraca Perubahannya adalah sebagai berikut:
AKTIVA
Kas
Piutang
Persediaan
Total aktiva lancar

Tanah
Bangunan
Etalase
Total aktiva tetap

Total aktiva

150.000.000
175.000.000
275.000.000
600.000.000

150.000.000
237.500.000
75.000.000
425.000.000

1.062.500.000
PASIVA
Hutang lancar
Hutang jangka panjang

Modal Sendiri






Total pasiva

100.000.000
325.000.000

637.500.000






1.062.500.000

RENTABILITAS
Rentabilitas adalah indikator untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memperoleh tingkat keuntungan dari modal atauaktiva yang dia miliki. Ada 2 metode untuk mengukur rentabilitas:

1.      Rentabilitas ekonomi:
Untuk mengukur aktiva dalam memperoleh laba.
Rumus:
RE = Laba Usaha : Total Aktiva

2.      Rentabilitas Usaha:
Untuk mengukur modal dalam memperoleh laba.
Rumus:
RU = Laba Usaha : Modal Sendiri


Contoh:
Penjualan      :           Rp. 2.200.000
HPP             :           ( Rp. 1.800.000 )
Laba kotor    :           Rp. 400.000
Beban           :           ( Rp. 50.000 )
Laba usaha    :           Rp. 350.000
I (10%)         :           ( Rp. 47.500 )
EBT             :           Rp. 302.500
Tax (10%)    :           ( Rp. 3.500 )
EAT             :           Rp. 299.000

RE             = Laba Usaha : Total Aktiva x 100%
                = 350.000 : 925.000 x 100%
                = 0, 37

jadi setiap Rp. 1 aktiva, bisa menghasilkan keuntungan Rp. 0,37
0 Comments

MANAJEMEN KEUANGAN DAN LAPORAN KEUANGAN

MANAJEMEN KEUANGAN

Manajemen keuangan (Financial Manajement) adalah segala aktivias perusahaan yang berhubungan dengan bagaiman memperoleh dana, menggunakan dana, dan mengelola aset sesuai tujuan perusahaan secara menyeluruh. Dengan kata lain manajemen (pengelolaan) mengenai bagaimana memperoleh aset, mendanai aset dan mengelola aset untuk mencapai tujuan perusahaan.

Tugas Manajemen Keuangan:

  1. memperoleh laba yang sebesar besarnya
  2. sustainability / pengembangan
  3. Menaikkan nilai perusahaan (nilai pasar saham, maupun nilai likuidasi/ penutupan)
  4. meningkatkan kemakmuran/ kekayaan pemegang saham sebagai kompensasi karena telah menjaminkan hartanya untuk dikelola perusahaan.

5 Fungsi Utama Manajemen Keuangan:

  1. Keputusan investasi, seorang manajer dituntut untuk bisa menentukan apa saja yang dibutuhkan perusahaan untuk di investasikan.
  2. Keputusan pendanaan, manajer harus bisa memutuskan apa saja yang dibutuhkan perusahaan, dan darimana modal atau dana tersebut diperoleh.
  3. Keputusan Pengelolaan aset, manajer dituntut untuk bisa mengelola aset perusahaan, dan menentukan apa saja asset yang dibutuhkan perusahaan.
  4. Kebijakan modal kerja 
  5. Kebijakan deviden. Manajer harus bisa memutuskan apa yang harus di lakukan saat perusahaan mendapatkan keuntungan.

LAPORAN KEUANGAN 

1. Pengertian laporan keuangan Laporan keuangan (financial statement) adalah laporan yang menyampaikan informasi keuangan yang dipercaya kepada pihak yang berkepentingan.
Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) tujuan laporan keuangan adalah :
  1. Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.
  2. Untuk memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai informasi termasuk menyediakan informasi yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam pengambilan keputusan secara umum yang menggambarkan pengaruh keuangan dari kejadian dimasa lalu.
Laporan keuangan terdiri dari komponen-komponen sebagai berikut:
    1. Neraca yaitu laporan yang menunjukkan keadaan keuangan suatu perusahaan pada tanggal tertentu.
    2. Laporan laba rugi yaitu laporan yang menunjukkan hasil usaha dan biaya-biaya selama suatu periode akuntansi.
    3. Laporan perubahan ekuitas (modal) yaitu laporan yang menunjukkan sebab-sebab perubahan ekuitas dari jumlah pada awal periode menjadi jumlah ekuitas pada akhir periode.
    4. Laporan arus kas (cashflow statement) yaitu laporan yang menunjukkan arus kas masuk dan keluar yang dibedakan menjadi arus kas operasi, arus kas investasi dan arus kas pendanaan.
    5. Catatan atas laporan keuangan
      Pengguna informasi laporan keuangan dibedakan menjadi 2. Pihak internal dan pihak eksternal.
      1. Pihak Internal terdiri atas jajaran lini perusahaan, yaitu manajer, karyawan, dan lainnya. Pada pihak internal laporan keuangan berguna untuk menilai kinerja perusahaan dan penentuan rencana masa depan.
      2. Pihak Eksternal terdiri atas investor, kreditur, pemerintah, dan lainnya. Investor dan kreditur berhubungan dengan aktivitas pendanaan perusahaan, sedangkan pemerintah berhubungan dengan penetapan pajak yang yang harus dibayar perusahaan.
      Karakteristik dari laporan keuangan menurut ikatan akuntansi Indonesia sebagai berikut
      1. Dapat dipahami
        Informasi yang berkualitas adalah informasi yang dengan mudah dan segera dapat dipahami oleh pemakainya. Pemakai informasi diasumsikan mempunyai pengetahuan yang memadai mengenai aktivitas ekonomi dan bisnis, akuntansi serta kemauan untuk mempelajari informasi dengan ketekunan yang wajar.
      2. Relevan
        Informasi mempunyai kualitas relevan bila dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai, yaitu dengan cara dapat berguna untuk mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini atau masa depan, menegaskan atau mengkoreksi hasil evaluasi di masa lalu. Relevansi informasi bermanfaat dalam peramalan (
        predictive) dan penegasan (confirmatory) yang keduanya berkaitan satu sama lain. 
      3. Keandalan
        Informasi memiliki kualitas andal jika bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material dan dapat diandalkan pemakainya sebagai penyajian yang tulus dan jujur (
        faithful representation) dari yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar diharapkan dapat disajikan. 
      4. Dapat Dibandingkan
        Pemakai harus dapat membandingkan laporan keuangan perusahaan antar periode untuk mengidentifikasi kecenderungan (
        trend) posisi dari kinerja keuangan. Pemakai juga harus dapat membandingkan laporan keuangan antar perusahaan untuk mengevaluasi posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan secara relatif. Oleh karenanya, pengukuran dan penyajian transaksi yang sama harus dilakukan secara konsisten. Daya banding tidak berarti keseragaman sehingga menghalangi penggunaan standar akuntansi yang lebih baik.

        Blogger news

        Categories

        Blogroll

        About