Dalam
Manajemen keuangan terdapat titik dimana seorang Manajer keuangan berperan. Ada
indikator untuk manajer keuangan mengambil keputusan yaitu Likuiditas,
Solfabilitas, Rentabilitas. nantinya ketiga komponen tersebut akan
digunakan untuk manajer keuangan untuk mengambil keputusan demi menjaga
stabilitas keuangan perusahaan.
Misalnya
toko “Y” memiliki neraca sebagai berikut:
NERACA
AKTIVA
Kas
Piutang
Persediaan
Total aktiva lancar
Tanah
Bangunan
Etalase
Total aktiva tetap
Total aktiva
|
100.000.000
175.000.000
225.000.000
500.000.000
150.000.000
200.000.000
75.000.000
425.000.000
925.000.000
|
PASIVA
Hutang lancar
Hutang jangka panjang
Modal Sendiri
Total pasiva
|
100.000.000
325.000.000
500.000.000
925.000.000
|
LIKUIDITAS
Likuiditas
yaitu indikator kemampuan perusahaan untuk membayar hutang lancar. Dalam likuiditas
dapat diketahui menggunakan 2 metode:
1. Current Ratio, adalah
perbandingan antara Aktiva Lancar dengan Hutang Lancar.
CR = (Aktiva Lancar :
Hutang Lancar) x 100%
Dalam kasus toko “Y” misalnya:
CR=
(500.000.000:100.000.000) x 100% = 500%
AL : HL
500.000.000 : 100.000.000
5 : 1
Artinya setiap 1 rupiah hutang lancar yang dimiliki oleh toko
“Y” dijamin oleh 5 rupiah Aktiva Lancar.
NB: CR ideal suatu perusahaan manufaktur adalah 200%, kecuali
perusahaan jasa keuangan lebih dari 200%
Namun Menurut Tn.Y Current Ratio perusahaan Y terlalu tinggi
(Over Liquid), karena yang di inginkan oleh Tn. Y adalah CR maksimal 300%.
Maka simulasi cara yang dilakukakukan seorang manajer
keuangan ialah:
1.Jika
dikehendaki untuk menambah aktiva lancar dan hutang lancar maka
penghitungannya:
Rp. 500.000.000 - x = 3
Rp. 100.000.000 - x 1
Rp. 300.000.000 – 3x = Rp. 500.000.000 + x
3x - x = Rp. 500.000.000 – Rp. 300.000.000
2x = Rp. 200.000.000
x = Rp. 100.000.000
Maka jumlah aktiva lancar yang harus ditambah untuk memenuhi
CR maksimal 300% adalah Rp. 100.000.000. Dari jumlah tersebut dapat
dialokasikan pada aset-aset lancar.
2. Karena karena toko membutuhkan dana untuk menambah persediaan, maka perusahaan berencana untuk menambah hutang lancar sebesar Rp.100.000.000. menjadikan akun hutang lancar bertambah menjadi Rp. 200.000.000.
3. Uang yang diperoleh dari hutang lancar dialokasikan untuk menambah barang persediaan sebesar Rp. 75.000.000 sehingga menjadi Rp. 300.000.000 dan sisanya dimasukkan dalam akun kas sebesar Rp. 25.000.000 sehingga menjadi Rp. 125.000.000.
4. Neraca Perubahannya sebagai berikut.
2. Karena karena toko membutuhkan dana untuk menambah persediaan, maka perusahaan berencana untuk menambah hutang lancar sebesar Rp.100.000.000. menjadikan akun hutang lancar bertambah menjadi Rp. 200.000.000.
3. Uang yang diperoleh dari hutang lancar dialokasikan untuk menambah barang persediaan sebesar Rp. 75.000.000 sehingga menjadi Rp. 300.000.000 dan sisanya dimasukkan dalam akun kas sebesar Rp. 25.000.000 sehingga menjadi Rp. 125.000.000.
4. Neraca Perubahannya sebagai berikut.
AKTIVA
Kas
Piutang
Persediaan
Total aktiva lancar
Tanah
Bangunan
Etalase
Total aktiva tetap
Total aktiva
|
120.000.000
175.000.000
300.000.000
600.000.000
150.000.000
200.000.000
75.000.000
425.000.000
1.025.000.000
|
PASIVA
Hutang lancar
Hutang jangka panjang
Modal Sendiri
Total pasiva
|
200.000.000
325.000.000
500.000.000
1.025.000.000
|
CR BARU = CR=
(600.000.000:200.000.000) x 100% = 300%
AL : HL
600.000.000 : 200.000.000
3 : 1
2. Quick Ratio, adalah perbandingan Aktiva Lancar dikurangi Persediaan
dengan Hutang Lancar. Rumusnya:
QR = ((Aktiva Lancar – Persediaan) : Hutang Lancar) x 100%
Penghitungan dengan menggunakan metode Quick Ratio lebih sering digunakan
daripada metode Current Ratio karena lebih mudah menggambarkan likuiditas suatu
perusahaan.
SOLVABILITAS
Solvabilitas
adalah indikator perusahaan membayar hutang jika perusan itu di likuidasi. Nilai
liquidasi perusahaan dalam konteks solvabilitas disebut “EXCESS VALUE”.
Solvabilitas = (Total
Aktiva : Total Hutang) x 100%
Penerapan dalam kasus Toko “Y”
Solvabilitas = (Rp. 925.000.000 : Rp. 425.000.000) x 100% = 217%
Penerapan dalam kasus Toko “Y”
Solvabilitas = (Rp. 925.000.000 : Rp. 425.000.000) x 100% = 217%
Artinya
setiap Rp. 1 Hutang telah dijamin Rp. 2,17 Aset yang dimiliki Toko “Y” atau
setiap hutang lancar, perusahaan telah menjamin 2,17 kali lipat. Perusahaan
yang rasio solvabilitasnya di atas 100% disebut perusahaan yang solvabel.
Excess Value = Total Aktiva – Total Hutang
= Rp. 925.000.000 – Rp. 425.000.000
= Rp. 500.000.000 (nilai perusahaan)
Apabila perusahaan menghendaki Solvabilias minimal 250%, maka dapat dilakukan simulasi
sebagai berikut.
*Untuk menambah Solvabilitas dapat dilakukan hanya dengan
menambah akun modal sendiri
1. Untuk mengetahui
besarnya modal yang akan ditambahkan, maka penghitungannya:
Rp. 925.000.000 + x = 2,5
Rp. 425.000.000 1
Rp. 425.000.000 1
2,5(Rp. 425.000.000)= Rp. 925.000.000 + x
Rp. 1.062.500.000
= Rp. 925.000.000 + x
X = Rp. 1.062.500.000 – Rp. 925.000.000
X = Rp. 137.500.000
Maka aktiva yang dapat ditambah untuk memenuhi
solvabilitas 250% adalah Rp. 137.500.000. sehingga modal sendiri bertambah
menjadi Rp. 637.500.000
2.Setelah
diketahui besarnya modal yang perlu ditambahkan, maka dana dialokasikan pada
akun – akun aktiva. Toko “Y” menggunakan dana tersebut untuk menambah persediaan sebesar Rp.
50.000.000 sehingga menjadi Rp. 275.000.000, dan Rp. 50.000.000 dialokasikan
untuk mengisi kas.
4.Sisanya
menggunakannya untuk menambah dan memperbaiki bangunan Rp. 37.500.000 menjadi
Rp. 237.500.000
Maka Neraca Perubahannya adalah sebagai berikut:
AKTIVA
Kas
Piutang
Persediaan
Total aktiva lancar
Tanah
Bangunan
Etalase
Total aktiva tetap
Total aktiva
|
150.000.000
175.000.000
275.000.000
600.000.000
150.000.000
237.500.000
75.000.000
425.000.000
1.062.500.000
|
PASIVA
Hutang lancar
Hutang jangka panjang
Modal Sendiri
Total pasiva
|
100.000.000
325.000.000
637.500.000
1.062.500.000
|
RENTABILITAS
Rentabilitas adalah indikator untuk mengukur kemampuan
perusahaan untuk memperoleh tingkat keuntungan dari modal atauaktiva yang dia
miliki. Ada 2 metode untuk mengukur rentabilitas:
1.
Rentabilitas ekonomi:
Untuk mengukur aktiva dalam memperoleh laba.
Rumus:
RE = Laba Usaha : Total
Aktiva
2.
Rentabilitas Usaha:
Untuk mengukur modal dalam memperoleh laba.
Rumus:
RU = Laba Usaha : Modal
Sendiri
Contoh:
Penjualan : Rp. 2.200.000
HPP : ( Rp. 1.800.000 )
Laba kotor : Rp. 400.000
Beban : ( Rp. 50.000 )
Laba usaha : Rp. 350.000
I (10%) : ( Rp. 47.500 )
EBT : Rp. 302.500
Tax (10%) : ( Rp. 3.500 )
EAT : Rp. 299.000
RE =
Laba Usaha : Total Aktiva x 100%
=
350.000 : 925.000 x 100%
=
0, 37
jadi setiap Rp. 1 aktiva, bisa menghasilkan keuntungan
Rp. 0,37
0 komentar:
Posting Komentar