Minggu, 14 September 2014

INDIKATOR PERAN MANAJER KEUANGAN (LIKUIDITAS, SOLVABILITAS, RENTABILITAS)

Dalam Manajemen keuangan terdapat titik dimana seorang Manajer keuangan berperan. Ada indikator untuk manajer keuangan mengambil keputusan yaitu Likuiditas, Solfabilitas, Rentabilitas. nantinya ketiga komponen tersebut akan digunakan untuk manajer keuangan untuk mengambil keputusan demi menjaga stabilitas keuangan perusahaan.
Misalnya toko “Y” memiliki neraca sebagai berikut:

NERACA
AKTIVA
Kas
Piutang
Persediaan
Total aktiva lancar

Tanah
Bangunan
Etalase
Total aktiva tetap

Total aktiva

100.000.000
175.000.000
225.000.000
500.000.000

150.000.000
200.000.000
75.000.000
425.000.000

925.000.000
PASIVA
Hutang lancar
Hutang jangka panjang

Modal Sendiri






Total pasiva

100.000.000
325.000.000

500.000.000






925.000.000

LIKUIDITAS
Likuiditas yaitu indikator kemampuan perusahaan untuk membayar hutang lancar. Dalam likuiditas dapat diketahui menggunakan 2 metode:
1. Current Ratio, adalah perbandingan antara Aktiva Lancar dengan Hutang Lancar.
CR = (Aktiva Lancar : Hutang Lancar) x 100%
Dalam kasus toko “Y” misalnya:
CR= (500.000.000:100.000.000) x 100% = 500%
AL : HL
500.000.000 : 100.000.000
5 : 1
Artinya setiap 1 rupiah hutang lancar yang dimiliki oleh toko “Y” dijamin oleh 5 rupiah Aktiva Lancar.


NB: CR ideal suatu perusahaan manufaktur adalah 200%, kecuali perusahaan jasa keuangan lebih dari 200%

Namun Menurut Tn.Y Current Ratio perusahaan Y terlalu tinggi (Over Liquid), karena yang di inginkan oleh Tn. Y adalah CR maksimal 300%.
Maka simulasi cara yang dilakukakukan seorang manajer keuangan ialah:

1.Jika dikehendaki untuk menambah aktiva lancar dan hutang lancar maka penghitungannya:

Rp. 500.000.000 - x = 3
Rp. 100.000.000 - x    1

Rp. 300.000.000 – 3x = Rp. 500.000.000 + x
3x - x = Rp. 500.000.000 – Rp. 300.000.000
2x = Rp. 200.000.000
x = Rp. 100.000.000

Maka jumlah aktiva lancar yang harus ditambah untuk memenuhi CR maksimal 300% adalah Rp. 100.000.000. Dari jumlah tersebut dapat dialokasikan pada aset-aset lancar.

2. Karena karena toko membutuhkan dana untuk menambah persediaan, maka perusahaan berencana untuk menambah hutang lancar sebesar Rp.100.000.000. menjadikan akun hutang lancar bertambah menjadi Rp. 200.000.000.

3. Uang yang diperoleh dari hutang lancar dialokasikan untuk menambah barang persediaan sebesar Rp. 75.000.000 sehingga menjadi Rp. 300.000.000 dan sisanya dimasukkan dalam akun kas sebesar Rp. 25.000.000 sehingga menjadi Rp. 125.000.000.

4. Neraca Perubahannya sebagai berikut.


AKTIVA
Kas
Piutang
Persediaan
Total aktiva lancar

Tanah
Bangunan
Etalase
Total aktiva tetap

Total aktiva

120.000.000
175.000.000
300.000.000
600.000.000

150.000.000
200.000.000
75.000.000
425.000.000

1.025.000.000
PASIVA
Hutang lancar
Hutang jangka panjang

Modal Sendiri






Total pasiva

200.000.000
325.000.000

500.000.000






1.025.000.000

CR BARU = CR= (600.000.000:200.000.000) x 100% = 300%
AL : HL
600.000.000 : 200.000.000
3 : 1
2. Quick Ratio, adalah perbandingan Aktiva Lancar dikurangi Persediaan dengan Hutang Lancar. Rumusnya:

QR = ((Aktiva Lancar – Persediaan) : Hutang Lancar) x 100%

Penghitungan dengan menggunakan metode Quick Ratio lebih sering digunakan daripada metode Current Ratio karena lebih mudah menggambarkan likuiditas suatu perusahaan.

SOLVABILITAS
Solvabilitas adalah indikator perusahaan membayar hutang jika perusan itu di likuidasi. Nilai liquidasi perusahaan dalam konteks solvabilitas disebut “EXCESS VALUE”.

Solvabilitas = (Total Aktiva : Total Hutang) x 100%
Penerapan dalam kasus Toko “Y”
Solvabilitas = (Rp. 925.000.000 : Rp. 425.000.000) x 100% = 217%

Artinya setiap Rp. 1 Hutang telah dijamin Rp. 2,17 Aset yang dimiliki Toko “Y” atau setiap hutang lancar, perusahaan telah menjamin 2,17 kali lipat. Perusahaan yang rasio solvabilitasnya di atas 100% disebut perusahaan yang solvabel.

Excess Value = Total Aktiva – Total Hutang
                        = Rp. 925.000.000 – Rp. 425.000.000
                        = Rp. 500.000.000 (nilai perusahaan)

Apabila perusahaan menghendaki Solvabilias  minimal 250%, maka dapat dilakukan simulasi sebagai berikut.

*Untuk menambah Solvabilitas dapat dilakukan hanya dengan menambah akun modal sendiri

1. Untuk mengetahui besarnya modal yang akan ditambahkan, maka penghitungannya:
Rp. 925.000.000 + x  = 2,5
Rp. 425.000.000             1

2,5(Rp. 425.000.000)= Rp. 925.000.000 + x
Rp. 1.062.500.000    = Rp. 925.000.000 + x
X = Rp. 1.062.500.000 – Rp. 925.000.000
X = Rp. 137.500.000
Maka aktiva yang dapat ditambah untuk memenuhi solvabilitas 250% adalah Rp. 137.500.000. sehingga modal sendiri bertambah menjadi Rp. 637.500.000

2.Setelah diketahui besarnya modal yang perlu ditambahkan, maka dana dialokasikan pada akun – akun aktiva. Toko “Y” menggunakan dana tersebut  untuk menambah persediaan sebesar Rp. 50.000.000 sehingga menjadi Rp. 275.000.000, dan Rp. 50.000.000 dialokasikan untuk mengisi kas.

4.Sisanya menggunakannya untuk menambah dan memperbaiki bangunan Rp. 37.500.000 menjadi Rp. 237.500.000

Maka Neraca Perubahannya adalah sebagai berikut:
AKTIVA
Kas
Piutang
Persediaan
Total aktiva lancar

Tanah
Bangunan
Etalase
Total aktiva tetap

Total aktiva

150.000.000
175.000.000
275.000.000
600.000.000

150.000.000
237.500.000
75.000.000
425.000.000

1.062.500.000
PASIVA
Hutang lancar
Hutang jangka panjang

Modal Sendiri






Total pasiva

100.000.000
325.000.000

637.500.000






1.062.500.000

RENTABILITAS
Rentabilitas adalah indikator untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memperoleh tingkat keuntungan dari modal atauaktiva yang dia miliki. Ada 2 metode untuk mengukur rentabilitas:

1.      Rentabilitas ekonomi:
Untuk mengukur aktiva dalam memperoleh laba.
Rumus:
RE = Laba Usaha : Total Aktiva

2.      Rentabilitas Usaha:
Untuk mengukur modal dalam memperoleh laba.
Rumus:
RU = Laba Usaha : Modal Sendiri


Contoh:
Penjualan      :           Rp. 2.200.000
HPP             :           ( Rp. 1.800.000 )
Laba kotor    :           Rp. 400.000
Beban           :           ( Rp. 50.000 )
Laba usaha    :           Rp. 350.000
I (10%)         :           ( Rp. 47.500 )
EBT             :           Rp. 302.500
Tax (10%)    :           ( Rp. 3.500 )
EAT             :           Rp. 299.000

RE             = Laba Usaha : Total Aktiva x 100%
                = 350.000 : 925.000 x 100%
                = 0, 37

jadi setiap Rp. 1 aktiva, bisa menghasilkan keuntungan Rp. 0,37

0 komentar:

Posting Komentar

    Blogger news

    Categories

    Blogroll

    About